Bukan Simpan di Kulkas, Ini Cara Tepat Simpan Pisang Agar Awet dan Tak Cepat Busuk

7 Hal yang Sangat Dibenci Kucing Peliharaan, Mulai dari Makanan Basi Hingga Digendong Seperti Bayi

Siapa di sini yang suka makan pisang? Buah berwarna kuning ini digemari banyak orang, lo.

Tak hanya karena teksturnya yang lembut dan rasanya yang manis, pisang juga bisa membuat kita kenyang.

Selain itu, beberapa jenis pisang juga bisa diolah menjadi berbagai makanan. Misalnya, pisang goreng, panekuk pisang, bolu pisang, bahkan keripik pisang.

Terkadang saat kita membeli pisang, beberapa hari kemudian pisangnya busuk dan akhirnya terbuang.

Tak jarang juga beberapa orang menyiasatinya dengan menyimpan pisang di dalam kulkas.

Sebenarnya bagaimana cara menyimpan pisang yang tepat agar tak mudah busuk?

Simak penjelasan selengkapnya berikut ini, yuk!

Cara Menyimpan Pisang Agar Tak Mudah Busuk

Sebelum membeli pisang, sebaiknya pilih pisang yang tidak terlalu matang.

Dikutip dari All recipes, meskipun kita mungkin tergoda untuk memilih pisang kuning yang matang sempurna, tapi sebaiknya pilihlah pisang hijau atau kuning kehijauan.

Sebab pisang jenis ini akan matang selama beberapa hari, memberi kita lebih banyak waktu untuk mengonsumsi pisang.

Baca Juga: Contoh-Contoh Kasus Pelanggaran HAM, Penyebab, dan Penyelesaian

Pisang yang matang harus dikonsumsi dalam waktu tiga hari setelah pembelian. Jadi membeli pisang yang kurang matang akan membantu mengurangi risiko pisang terbuang karena busuk.

Namun, hindari juga memilih pisang hijau dengan bintik hitam atau lecet.

Namun jika terlanjur memilih pisang yang matang, segera keluarkan dari bungkusan setelah kita sampai di rumah.

Pisang yang disimpan di dalam kantong hanya akan membuatnya matang lebih cepat.

Hal itu karena etilen atau gas yang dikeluarkan dari pisang untuk mempercepat pematangan akan menumpuk di dalam kantong.

Etilen diproduksi oleh banyak buah-buahan, termasuk apel, persik, dan tomat.

Selanjutnya, kita mungkin sering melihat tandan pisang yang dibungkus plastik di sekitar batangnya di supermarket.

Ini karena tanpa pembungkus, etilen yang dikeluarkan dari batang bisa turun dan mematangkan pisang.

Jika pisang sudah dibungkus sebelumnya, lanjutkan dan biarkan seperti itu.

Jika tidak, kita bisa membungkus seluruh batang dalam bungkus plastik, atau memisahkan pisang dan membungkus setiap batang dalam bungkus plastik.

Membungkus batang pisang adalah cara awal yang baik. Sayangnya celah di antara batang memungkinkan sebagian etilen masih terlepas meski pisang dibungkus.

Membagi pisang dan membungkusnya satu per satu adalah cara terbaik untuk mencegah etilen turun ke dalam buah.

Saat ingin mengonsumsi pisang, kita tidak perlu membuka bungkusnya.

Cukup kupas pisang dari ujung yang berlawanan, dan pegang pisang pada batang yang dibungkus.

Atau mudahnya kita juga bisa menggantung pisang.

Menggantung pisang bisa memastikan pisang terkena aliran udara yang tepat dan tidak akan terbentur apa pun.

Lalu, bagaimana dengan pisang yang sudah dipotong supaya tidak cepat hitam dan busuk?

Sebelum membuang sisa pisang yang setengah dimakan, pertimbangkan untuk mengolesnya dengan zat asam.

Caranya rendam sisa potongan pisang dalam jus lemon hingga tiga menit, atau peras jus lemon ke seluruh potongan setelah dikupas.

Ini akan mencegah buah pisang menjadi kecokelatan.

Untuk menyimpan, bungkus potongan dengan rapat dalam bungkus plastik atau tempatkan dalam wadah kedap udara atau kantong plastik dan dinginkan.

Jadi pisang sisa yang tidak termakan tidak akan mudah busuk.

Nah, itulah tadi cara menyimpan pisang agar tak cepat busuk. Selamat mencobanya di rumah, ya!